Thursday, November 18, 2010

Menertawakan Kekonyolan Masa Lalu (Friday, March 11, 2006)

Aku di Masa Kuliah menertawakan Kekonyolan Masa SMA seperti aku yang sekarang menertawakan kekonyolan masa kuliah. Inilah tulisanku dulu:
“Aku paling suka membongkar-bongkar tumpukan barang-barang lama dan menemukan harta karun paling berharga, tentu saja kenang-kenangan dari masa SMP dan SMA-ku yang indah. Kertas-kertas berisi gambar-gambar, coretan, tulisan, surat-suratan, rencana cerita untuk novel atau komikku, juga kertas-kertas ulangan berisi jawaban yang lucu-lucu. Ternyata aku begitu brutal dan konyol saat SMP dan SMA. Aku disuruh Pak Aksol membuat kalimat peringatan berikut kasusnya dan aku membuat kasus anak kecil main sepeda di pinggir jurang dengan kalimat peringatan, “Awas ya, Dik, kalau kau jatuh ke jurang, nanti otakmu berserakan!”
Dan setelah membaca tulisan-tulisanku yang kutulis di buku surat, juga melihat foto-foto SMP-ku…, Astagfirullah, Masya Allah, Subhanallah! Ternyata aku itu dulu amat sangat aneh dan norak!! Hahahahahaha!!
Ada juga segumpal catatan dan coret-coretan beragam formasi tim sepakbola impianku. Yah, segumpal mimpi. Dalam tim yang kubuat selalu ada Nesta, Maldini, Samuel, dan Carlos sebagai bek, Figo, Davids, Zidane sebagai gelandang, Ronaldo dan Del Piero sebagai striker, dan untuk kipper, biasanya hanya berkisar Toldo, Peruzzi, dan Buffon. Kadang-kadang kumasukkan juga Sinisa Mihajlovic atau Javier Zanetti, tergantung bagaimana terakhir kali kulihat permainan mereka. Pelatih favoritku ganti-ganti. Minggu kemarin Dino Zoff, minggu ini Fatih Terim, lalu minggu depannya lagi Capello. Pokoknya pada musim itu semua yang kusebutkan bermain di Liga Italy kecuali Carlos. Saat itu aku memang penggemar berat Liga Italia. Dan saat itu Liga Italia memang sedang bagus-bagusnya. Gengsinya masih lebih tinggi dari Liga Champion sekalipun. Liga Inggris dan Liga Spanyol apalagi!
Tapi sebenarnya, tim impianku adalah sebuah tim sepakbola di mana aku menjadi striker andalan dan teman-teman perempuan di sekolahku menempati posisi lainnya.
Sejak SMP sampai SMA aku suka sekali mengumpulkan cewek-cewek yang jago main bola dari setiap kelas, lalu kubuat formasi ideal bagi tim impianku itu. Yah, demikian gila bolanyalah aku dulu. Setiap kali mendapat kertas buram yang seharusnya digunakan untuk coret-coretan saat ujian Matematika, kertas itu malah habis kucoreti dengan berbagai formasi bola, dream team, dan strategi khayalanku. Hebatnya, nilai ujian Matematikaku hampir selalu tertinggi di kelas. Bahkan saat SMP, try out ke-3 atau ke-4 aku mendapat peringkat ke-2 tertinggi satu angkatan dengan nilai matematika 100. Aku sudah lupa bagaimana rasanya menjadi secerdas itu.
Dan aku pada saat SMP belum mengenal pacaran dan berteman yang baik. Dalam buku surat aku terus-terusan curhat tentang masalah yang sama sekali tidak penting… Ronaldo!! Aku bisa mengeluh panjang lebar satu halaman penuh, malah lebih, hanya karena Ronaldo digosipkan selingkuh. Kalau dipikir, kegilaanku pada sepakbola memang sangat bodoh. Sudah saatnya kuhentikan kegilaan itu.”

No comments:

Post a Comment