Untuk kesekian kalinya dalam hidupku, aku merindukan sesuatu yang takkan pernah kembali. Masa SMA.
Hari-hari di mana aku sudah tak pantas lagi mengenakan seragam SMA telah tiba. Tadi aku membayangkan OSPEKTI 2005 di mana Nitha mengenakan seragam putih-putih. Tidak pantas. Lalu aku membayangkan Dinda, Nindy, Amanda, Vania, semuanya. Dan aku sendiri. Semua dalam bayanganku tampak tidak pantas mengenakan seragam SMA. Dan akhirnya masa itu akan datang. Masa di mana semua alumni PJ lulusan 2004 telah menikah dan berkeluarga. Tidak ada lagi kumpul bersama untuk bergosip dan bermain sepakbola di Pingguin. Iqrar sudah memulainya. Semakin lama, semakin jarang saja aku berkumpul dengan teman-teman SMA-ku. Melihat Mama saat ini, aku jadi terbayang, di masa yang akan datang, mungkin kumpul bersama teman-teman SMA-ku hanya akan terjadi setahun sekali, dalam reuni yang sangat formal. Kami pergi ke reuni tahunan dengan mengajak keluarga masing-masing, lalu lebih sibuk mengurus anak-anak kami yang tidak mau makan, lalu kami harus cepat pulang karena anak kami bosan. Dan mungkin kami memang tidak bisa pergi tanpa mengajak anak.
Tulisan-tulisan antara tahun 2005-2006, ketika aku masih kuliah di Universitas Pelita Harapan dan tinggal di tempat kos. Di sini akan terlihat sedikit-banyak perbedaan antara aku pada saat itu dan aku yang sekarang. Aku sedikit-banyak berubah dari masa itu. Tapi ada juga beberapa hal yang hingga kini belum berubah. Sebenarnya, aku banyak menuliskan tulisan-tulisan yang cukup baik sampai tahun 2009. Sayangnya, semua itu hilang karena virus di computer lamaku. Jadi, inilah yang tersisa.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment