Aku jadi ingat pertanyaan Rahman, “Lo masih fight the system?” (Maksudnya adalah kapitalisme)
Aku yang sekarang adalah anak muda kapitalis yang suka menghamburkan uang hanya untuk mengikuti selera pasar, dan terutama nafsu kewanitaanku untuk membeli perhiasan yang tidak perlu. Ya, aku sudah mengikuti system karena menyadari system begitu susah dilawan oleh orang seperti aku. Aku bukan Che Guevarra, dan aku tidak mau jadi Che. Aku pemalas dan pesimis, jadi aku malas berjuang melawan system. Karena itu aku kagum pada diriku sendiri di masa SMA dulu. Aku pembangkang, terlalu idealis, tidak perduli pada penampilan dan kata orang lain.
Rahman bertanya apakah aku masih “fight the system”? Kukatakan tidak, aku mulai terbawa arus.
Tapi ia salah kalau berpikir aku berhenti memperjuangkan cita-cita dan ideologiku. Aku masih berjuang demi cita-cita dan ideologiku. Tapi prioritasku sudah berubah. Aku kini lebih memfokuskan diriku untuk memperjuangkan cita-cita terbesarku, hidupnya sepakbola wanita di Indonesia , dan ideologiku: bahwa binatang memiliki hak untuk dilindungi dan disayangi, sama dengan manusia. Aku akan berjuang untuk semua binatang yang tertindas dan diperlakukan tidak baik.
No comments:
Post a Comment